Bagaimana Listrik Sampai Ke Rumah Kita?

Seorang penggemar musik bisa saja mengklaim bahwa dunia tanpa musik akan terasa suram, hampa, hambar, pahit, asin, asem, kecut, bau ketek, ehhh…. Tapi coba kita ganti pertanyanya menjadi, “apa jadinya jika dunia tanpa listrik?”

Teman-teman pasti pernah mengalami mati listrik oleh PLN, coba bayangkan kalau mati listrik tersebut terjadi selamanya. Malam akan sangat gelap, tidak ada cahaya lampu, hanya ada lilin dan obor.

Jika dunia tanpa listrik, sudah pasti tidak ada handphone, komputer, internet atau tv yang memerlukan listrik sebagai sumber energi untuk tetap menyala. Kita pasti akan kesulitan untuk mendapatkan sumber informasi ataupun sekedar berkomunikasi dengan mereka yang jaraknya jauh.

manusia tanpa listrik, seperti kembali ke zaman purba?

Oke, saya kira cukup pembahasan tentang betapa pentingnya listrik bagi kehidupan kita. Karena pembahasanya akan sangat panjang.

Yang akan kita bahas sekarang adalah, bagaimana listrik yang begitu penting bagi kehidupan manusia ini bisa sampai ke rumah kita.

DARI MANA ASALNYA LISTRIK?

Saat mati listrik kita akan melihat beberapa rumah, perkantoran atau pabrik akan menyalakan genset. Listrik mereka berasal dari genset yang notabene adalah sebuah pembangkit listrik mini.

Nah, bagaimana dengan listrik PLN yang sampai ke rumah kita? Apakah berasal dari pembangkit listrik juga?

Tentunya iya, tapi tidak semini genset pastinya (walaupun genset ada juga yang besar sih 😆 ).

ALUR DISTRIBUSI LISTRIK HINGGA SAMPAI KE RUMAH KITA

Secara garis besar alur distribusi listrik sampai ke rumah kita melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pembangkit, transmisi, distribusi, hingga ke konsumen yaitu pabrik atau rumah tinggal.

jalur distribusi listrik dari pembangkit ke konsumen

Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik adalah alat yang digunakan untuk memproduksi atau membangkitkan listrik dengan cara mengubah energi tertentu menjadi energi listrik.

Ada banyak sekali jenis pembangkit

  1. Pembangkit Listrik Tenaga Air
  2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap
  3. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
  4. Pembangkit Listrik Panas Bumi
  5. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
  6. Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  7. Pembangkit Listrik Tenaga Angin
  8. Pembangkit Listrik Tenaga Gas

tegangan dinaikkan dari pembangkit sebelum disalurkan

Pembangkit listrik besar biasanya menghasilkan daya listrik dengan tegangan 6-24 kV (kiloVolt), kemudian dinaikan teganganya di gardu induk oleh trafo step-up (penaik tegangan) menjadi 70 kV & 150 kV untuk tegangan tinggi (TT) dan 500 kV untuk tegangan ekstra tinggi (TET)

Jaringan Transmisi

jalur transmisi

Dari gardu pembangkit, listrik tersebut dialirkan ke jaringan transmisi dengan tegangan yang telah dinaikan tadi (70, 150, 500 kV). Alasan menaikan tegangan di jaringan transmisi adalah untuk menurunkan arus. Tujuan utama penurunan arus ini adalah  untuk meminimalisir rugi-rugi daya selama perjalanan dan juga memperkecil luas penampang kabel, sehingga lebih ekonomis.

Kalau kita lihat di gambar,setelah listrik mengalami perjalanan jauh, listrik tersebut diturunkan menjadi 150 kV (jika awalnya tegangan 500 kV). Tegangan 150 kV  inilah yang nantinya masuk ke pelanggan industri besar.

Selain langsung disalurkan ke industri besar, tegangan ini  masuk ke gardu induk untuk diturunkan menjadi 20 kV.

Jaringan Distribusi

jalur distribusi

Tegangan 20 kV ini bisa langsung dipakai oleh industri skala menengah atau pelaku usaha bisnis biasanya disebut pelanggan TM (Tegangan Menengah).

Kemudian daya listrik dengan tegangan sebesar 20 kV ini dialirkan ke trafo distribusi (step down) untuk diturunkan lagi menjadi 380 Volt (fasa-fasa) atau 220 Volt (fasa-netral). Tegangan 220 Volt inilah yang masuk ke rumah kita dan kita pakai untuk menyalakan alat-alat listrik di rumah.

Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa melihat video berikut ini :

1 thought on “Bagaimana Listrik Sampai Ke Rumah Kita?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *